Seorang peneliti tentu tidak akan pernah membiarkan ada masalah dalam pikirannya yang sehingga ia berfikir menjadi tidak objektif. Belum lagi kebenaran yang berasaskan agama bukanlah kebenaran ilmiah yang jika dilakukan penelitian berulang-ulang akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Tidak hanya peneliti, seorang jurnalis biasanay lebih peka terhadap isu-isu yang beredar sehingga ia mengumpulkan segala macam informasi yang pada akhirnya akan mendekatkan dia pada kesimpulan yang benar. Tentu jurnalis yang dimaksud adalah jurnalis bukanlah jurnalis yang bermain dalam media online yang beritanya selalu update namun sepotong-sepotong.
Artikel ini saya buat atas penelitian sderhana saya dengan membaca buku-buku Ikhwanul Muslimin dan berusaha dengan sepenuh hati untuk tidak menghiraukan isu-isu yang menjelekkan Ikhwanul Muslimin, baik dari kalangan ummat Islam itu sendiri maupun orang-orang kafir. Kemudian saya juga membaca buku-buku salafy dan berusaha tidak mendengar isu yang negative tentang mereka seperti yang saya lakukan kepada Ikhwanul Muslimin. Hal ini dilakukan agar hilang sifat dengki terhadap keduanya seperti dengkinya orang-orang membenci keduany dan melancarkan tuduhan yang bermacam-macam kepadanya.
Banyak tuduhan bid’ah dan sesat kepada Ikhwanul Muslimin pada dasarnya karena mereka tidak membaca secara baik apa yang disampaikan Hasan Al-Banna dan para pengikutnya. Seperti menganggap bahwa mereka adalah dekat dengan sufi hanya karena kalimat ikhwan berciri “hakikat sufiyyah”. Atau juga karena pendirinya pernah belajar sufi. Atau beberapa kebijakan seperti masuk ke ranah politik dan demokrasinya dan anggapan sesat ijtihad yang dilakukan mereka. Semua itu tidak lain hanya karena kedengkian terhadap mereka yang disebabkan karena ketakutan kepada kekuatan mereka. Ada pula tuduhan Hizbiyyah karena mereka berjamaah dan memiliki imam serta pengikutnya membela Ikhwanul Muslimin.
Kalangan salafy biasa diidentikkan dengan wahabi karena memang salafy menjadikan Muhammad bin abdul wahhab adalah tokoh yang diikutinya. Tuduhan terhadap wahabi lebih banyak berkaitan dengan sikap mereka terhadap penyimpangan-penyimpangan dalam masalah aqidah dan ibadah. Selogan salafy yang tashfiyah wa tarbiyah menjadikan mereka dicap sebagai kelompok yang sangat menentang tradisi nenek moyang, malarang tahlil pada mayyit dan sebagainya.
Tidak jarang dua kalangan ini saling tuding, tentu bukan kalangan pemegang kekuasaan dan para mufti mereka yang saling tuding, namun para penuntut ilmu dikalangan mereka. Ikhwan dianggap hizbiyah dan salafy dianggap tidak mengenal realitas. Tuduhan terhadap Ikhwan jauh lebih banyak dibandingkan kepada salafy karena memang dalam budaya Ikhwan, pengingkaran terhadap sebuah kesalahan harus dilakukan dengan cara yang sebaik dan sehalus mungkin. Saling tuduh ini berlaku sampai sekarang. Dan mudah-mudahan saya tidak terjebak kedalam kalangan yang menuduh keduanya.
Dibalik semua itu, sebenarnya Ikhwanul Muslimin dan salafy berasal dari rahim yang sama, kekuatan yang sama dan terinspirasi oleh tokoh-tokoh yang sama pula. Keduanya memiliki tokoh yang dikagumi yang sama yaitu Ibnu Taimiyyah. WAMY—World Assamble Moslem Youth—dalam bukunya mengatakan bahwa Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah ulama yang bermadzhab Hambali, dan mengikuti Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah. Hal ini serupa dengan Ikhwan yang diwakili oleh Dr. Yusuf Al-Qordhowi. Dalam bukunya, pimimpinan ulama sedunia ini mengatakan bahwa ulama yang paling ia ikuti adalah Ibnu Taimiyyah.
Dalam pengambilan rujukan pun, keduanya mengambil dari sumber rujukan yang sama yaitu para ahli hadits dari kalangan salaf dan pengikut-pengikut mereka. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, imam Ahmad, Imam Assyafii, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Ibnu Hajar, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim, dan selainnya selalu masuk dalam catatan kaki keduanya. Hasan Al-Banna dalam bukunya jarang menampilkan tokoh-tokoh tersebut karena Hasan Al-Banna lebih banyak membuat ringkasan yang penjabarannya dilakukan oleh ulama-ulama Ikhwan setelahnya. Penjabaran mereka pun menggunakan rujukan-rujukan yang sama dalam konteks yang sama terutama dalam masalah aqidah yang sampai saat ini saya belum menemukan perbedaan antara Ikhwan dan Salafy.
Masalah perbedaan pendapat antara mereka yang paling mencolok adalah masalah nasyid yang ikhwan klaim sebagai perlawanan terhadap musik-musik yang beredar sekarang, namun disalahkan oleh salafy. Bagi saya tidak masalah keduanya karena keduanya memiliki dalil masing masing yang diambil dari salafussalih juga. Adapun efek yang timbul dari ijtihad ini tidak bisa dibantah ada keburukannya. Yang kedua adalah masalah masuk ke parlemen dan pemerintahan. Pihak salafy mengatakan bahwa itu bukan cara rasul dan salafussalih serta merupakan menggadaikan aqidah Islam dengan mengakui demokrasi. Namun ikhwan berdalil dengan perjanjian hudaibiyah dan memanfaatkan hokum kafir pada saat Rasulullah berada di makkah. Saya tidak mengerti mana yang lebih kuat, karena yang saya pahami adalah bahwa masalah ini adalah masalah strategi dalam menghadapi musuh yang sifatnya ijtihad.
Pernah membaca buku orang kafir? Saya yakin banyak ulama yang tidak membacanya, terutama buku intelegent kafir. Namun inilah yang menjadi dasar saya mengatakan bahwa Ikhwan dan Salafi diadu domba. Rand Coorporation mengeluarkan sebuah buku yang berjudul “Voice of Jihad”. Rand Coorporation adalah lembaga pengkajian Islam yang tujuannya untuk menghancurkan Islam. Dalam bukunya dikatakan bahwa Jihad adalah bukan ajaran Islam. Dan pernahkah kita tahu bahwa yang mengembalikan jihad pada koridor perang kepada adalah Muhammad Bin Abdul Wahhab dan Hasan Al-Banna. Tentu saja Ibnu Taimiyyah sebagai inspiratornya. Pernahkah kita tahu bahwa Ikhwan pernah memukul mundur Israel hanya dengan 10.000 pasukan, namun di berantas oleh penguasa mesir pada saat itu? Pernahkah kita tahu bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab pernah berjihad ditanah arab, menghalau turki dan mesir karena pemahaman mereka yang salah.
Jihad adalah gerakan yang selalu disalahkan oleh kaum kafir sehingga dikatakan bahwa jihad adalah paham yang bukan dari Islam. Karena jihad inilah kekuatan Islam yang begitu besar yang akan menakutkan kukuatan kafir. Dan yang lebih mengejutkan adalah 6 orang yang paling ditakuti oleh mereka adalah Muhammad saw., Ibnu Taimiyyah, Muhammad Bin Abdul Wahhab, Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, dan Abul A’la Al-Maududi. Dan pernahkah kita tahu bahwa mereka inilah tokoh-tokoh Ikhwan, salafy, dan Jamaat Islam? Atau sebuah fakta sejarah lainnya yang diceritakan oleh Buya Hamka dalam bukunya “Dari Perbendaharaan Lama” yang mengatakan bahwa Imam Bonjol dan Kaum Paderi terinspirasi oleh Muhammad Bin Abdul Wahhab. Mereka berperang demi Islam demi kemerdekaan dengan jihad yang dilakukannya. Tokoh yang ada pada saat itu adalah Haji Miskin. Fakta sejarah lainnnya adalah peran Hasan Al-Banna dalam kemerdekaan Indonesia dan peran pentingnya bersama Muhammad Nasir. Kekeuatan besar yang menjadikan Indonesia tetap kuat dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Politik devide at impera adalah politik yang paling mudah menghalau kekuatan musuh. Sentimen-sentimen negatif digelontorkan yang sangat sensitive untuk memecah belah barisan. Hal ini juga dilakukan kafir quraisy pada saat rasul hijrah. Dalam kaitan ini, praktik devide at impera ini ditujukan untuk menghilangkan jihad karena kita akan sibuk dengan berdebat dan saling menyalahkan. Melemahkan dengan menghacurkan dari dalam.
Allahu A’lam
weleh weleh kok masih bingung to Mas. yang paling hati hati dalam bersikap sesuai quran dan sunnah dg pemahaman salaf itulah yang kuat kebenarannya. bermanhaj salaf lebih mulia insyaalloh.
namun permasalahannya, siapakah yang menjalankan manhaj salaf sekarang????
bagi saya, ikhwan adalah salaf… mungkin lebih salaf dari yang mengaku salaf.. karena tradisi salaf adalah berilmu, dan ikhwan pun punya. berjamaah dan ikhwan pun melakukan. berperang untuk jamaah islam, ikhwan melakukannya dipalestina.. melawan pemimpin dzalim seperti imam ahmad dan ibnu taimiyyah, dan mereka pun melakukan.. melakukan ijtihad dan pengembangan,seperti utsman yang menambah jumlah pukulan pada pelaku sebuah kejahatan. dan lain sebagainya…
Allah A’lam
namun permasalahannya, siapakah yang menjalankan manhaj salaf sekarang????
bagi saya, ikhwan adalah salaf… mungkin lebih salaf dari yang mengaku salaf.. karena tradisi salaf adalah berilmu, dan ikhwan pun punya. berjamaah dan ikhwan pun melakukan. berperang untuk jamaah islam, ikhwan melakukannya dipalestina.. melawan pemimpin dzalim seperti imam ahmad dan ibnu taimiyyah, dan mereka pun melakukan.. melakukan ijtihad dan pengembangan,seperti utsman yang menambah jumlah pukulan pada pelaku sebuah kejahatan. dan lain sebagainya.
namun demikian, ikhwan pun punya kekurangan. dan yang lainpun punya kekurangan..
maka, bersatu dalam jamaah menuju khilafah dan peradaban islam yang lebih baik..
Allah A’lam
Berusaha NETRAL tapi anda sendiri GAK netral mas… gimana ini…? Anda BELAJAR lagi deh bertTAHUN2 langsung sama ULAMA2nya bukan hanya baca BUKU2aja… LEBIH BAIK lagi klo ANDA baca dan hafalkan tuh SEMUA hadist2 yg sahih & TAFSIR Al Qur’an…. baru kemudian anda TULIS lagi blog ini…setelah anda FAHAM benar apa itu MANHAJ SALAF… insyaallah…
mmmm, beginini…
belajar akn selalu belajar.. semua akan saya pelajari…
menelaah semua-nya, tidak hanya dari satu sumber..
memerdekakan hati dan pikiran, supaya lebih enak menilai…
Anda PKSe rupanya… PANTAS… selamat berjuang SAMPAI jadi anggota DEWAN dan KAYA RAYA dan MABOK DUNIA…. semoga ALLAH berikan TAUFIQ dan HIDAYAH pada anda… karena sayapun mantan kader yang kini di CAP yang BERGUGURAN diJALAN DAKWAH…
jadi anggota dewan bukan pekerjaan…
jadi negarawan adalah kepastian…
dunia bukan segalanya…
jika Anda mengidentikkan PKS dengan kemewahan, istighfar mas…
Anda sangat mudah memfonis…
mendingan, saya menghargai semua harokah… urusan lai, biar Allah yang menentukan.. yang penting saya sudah berusaha dengan segenap ilmu, dan pemahaman saya untuk mengetahui dan memilih… Ya Allah, inilah usaha saya
Bismillah….
Komentar-komentar yang ada semakin menambah khasanah buat saya bahwa orang-orang yang mengaku pengikut Ahli Sunnah Wal Jama’ah (salafy-Pen) memang keras kepala, merasa lebih baik (seperti Klaim syaithon-pen), tidak bisa menerima kebenaran ( ciri khas yahudi-pen) yang bukan datang dari sektenya, mudah menuduh bid’ah, syirik dan khurofat dan cenderung memecah belah umat. Jangankan kepada kelompok lain, kepada sektenya sendiri merekapun bertempur. Inikah yang dinamakan pengikut Ahli Sunnah Wal Jama’ah ???
ini saya kutip pengakuan dari dari blok sebelah dan silahkan anda jawab sendiri kebenarannya, wuallahua’lam :
Kohar said:
ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.
ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.
ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.
ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.
Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis
Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh
Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.
salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.
pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.
ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.
ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.
mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.
yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.
jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.
jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.
jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.
sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.
gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah
Terima kasih tulisannya yg telah menambah kasanah ilmu pengetahuan sy pribadi. Skr tidak bisa komen dulu, masih belajaran.
Yg pasti, kita harus selalu berhati2 dalam belajar / membaca buku. Pasang pagar pengaman Al-Qur’an dan hadist. Berguru pun harus berhati2, sama dg baca buku, sy rasa cuman beda metodenya.
Oh ya lupa. Ntar kalo sudah menjabat, jgn lupa dg apa yg diperjuangkan. Semoga generasi mendatang segalanya menjadi lebih baik.
menjabat apa mas???
saya tidak berfikir jadi politikus kecuali diamanahkan